SEMUT 🐜
Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari famili Formicidae, bersama dengan tawon dan lebah yang berkerabat dekat, termasuk dalam ordo Hymenoptera.[2] Semut berevolusi dari nenek moyang tawon vespoid pada periode Kapur. Lebih dari 13.800 dari perkiraan total 22.000 spesies telah diklasifikasikan. Mereka mudah dikenali dari antenanya yang geniculate (menyiku) dan struktur khas menyerupai simpul yang membentuk pinggang rampingnya.
Semut membentuk koloni yang ukurannya berkisar dari beberapa lusin individu yang sering kali tinggal di celah-celah alami yang kecil, hingga koloni yang sangat terorganisasi yang dapat menempati wilayah luas dengan sarang (atau sarang-sarang) besar yang terdiri dari jutaan individu, yang dalam beberapa kasus mencapai ratusan juta individu dalam superkoloni. Koloni pada umumnya terdiri dari berbagai kasta betina mandul tak bersayap, yang sebagian besar adalah pekerja (ergat), serta prajurit (dinergat) dan kelompok khusus lainnya. Hampir semua koloni semut juga memiliki beberapa pejantan subur yang disebut "drone" dan satu atau lebih betina subur yang disebut "ratu" (gine). Koloni-koloni ini digambarkan sebagai superorganisme karena semut-semut tersebut tampak beroperasi sebagai satu kesatuan utuh, yang secara kolektif bekerja sama untuk menunjang koloni.
Semut telah mengolonisasi hampir setiap daratan di Bumi. Satu-satunya tempat yang tidak memiliki semut indigen adalah Antarktika dan beberapa pulau terpencil atau yang tidak ramah huni. Semut berkembang biak di ekosistem tropis yang lembap dan mungkin melebihi jumlah gabungan biomassa burung liar dan mamalia. Keberhasilan mereka di begitu banyak lingkungan dikaitkan dengan organisasi sosial dan kemampuan mereka untuk memodifikasi habitat, memanfaatkan sumber daya, dan mempertahankan diri. Koevolusi panjang mereka dengan spesies lain telah menyebabkan hubungan mimetik, komensal, parasitik, dan mutualistik.
Masyarakat semut memiliki pembagian kerja, komunikasi antarindividu, dan kemampuan untuk memecahkan masalah yang kompleks. Kesamaan dengan masyarakat manusia ini telah lama menjadi inspirasi dan subjek studi. Banyak budaya manusia memanfaatkan semut dalam masakan, pengobatan, dan ritual. Beberapa spesies dihargai karena perannya sebagai agen pengendalian hama biologis. Namun, kemampuan mereka untuk mengeksploitasi sumber daya dapat memicu konflik antara semut dan manusia, karena mereka dapat merusak tanaman dan menyerbu bangunan. Beberapa spesies, seperti semut api impor merah (Solenopsis invicta) dari Amerika Selatan, dianggap sebagai spesies invasif di belahan dunia lain, yang menetap di daerah-daerah tempat mereka diperkenalkan secara tidak sengaja.
SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Semut

Komentar
Posting Komentar